Kantor Pusat

Kantor Pusat :

Jl. Suryopranoto 1-9, Komplek Delta Building

Blok C No.7,8,9 Jakarta 10160.

Telp. 021-3854080, 3840485 (Hunting)

Fax. 021-3863585, 3854090

E-mail : sekrphapl-jkt@ptghl.com

Website : http://www.ptghl.com/

Kantor Perwakilan Ambon

Kantor Perwakilan Ambon :

Jl. Cendrawasih SK.3/2

Ambon 97123

Telp. 0911-342403, 342411

Fax. 0911-342358

E-mail : sekrphapl-amq@ptghl.com

Website : http://www.ptghl.com/

Kantor Camp Waetabi - P. Buru

Base Camp Waetabi - P. Buru

Desa Wamlana, Kecamatan Fena Leisela

Kabupaten Buru, Provinsi Maluku

E-mail : sekrphapl-wtb@ptghl.com

Website : http://www.ptghl.com/

Strategi Pengelolaan Hutan Lestari - PT Gema Hutani Lestari

Pengelolaan hutan lestari mengandung makna bahwa pengelolaan hutan dan pemanfaatan hutan harus dilandasi oleh kemampuan daya dukung sumberdaya hutannya sendiri, pemahaman dan kemampuan mengidentifikasi jenis industri dan memahami perilaku bisnisnya.

Hal tersebut berarti bahwa agar sasaran pengelolaan dan pemanfaatan hutan lestari bisa tercapai diperlukan strategi yang efektif di dalam implementasinya di lapangan.

Strategi Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan 

Menerapkan sistem silvikultur terpilih yang dapat menjamin kelestarian produksi dalam arti terjaminnya pasokan kebutuhan hasil hutan berupa kayu bulat.

Menerapakan pengaturan hasil berdasarkan kemampuan daya dukung sumberdaya hutan yang ada dengan menerapkan jatah produksi (AAC) secara baik dan ketat.

Menerapkan sistem pemanenan hasil yang mempertimbangkan aspek konservasi tanah dan air (Reduced Impact Logging/RIL) serta penggunaan peralatan berat dalam pemanenan yang efektif dan efisien sehingga diharapkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan seminimal mungkin.

Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan

Meningkatakan peranan dan potensi kawasan konservasi dan pelestarian plasma nutfah, seperti Kebun Bibit (insitu dan eksitu), areal pelestarian plasma nutfah, areal pelestarian/pengungsian satwa liar dengan menjaga dan menjamin keberadaan lokasi-lokasi kantong satwa secara ketat dan baik.

Menerapkan pelaksanaan Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) secara tertib, terukur dan rasional.

Menjaga kelestarian ekosisitem hutan dan perambahan liar, perladangan dan kebakaran hutan dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan instansi terkait.

Strategi Pengelolaan Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat

Menerapkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan dengan meningkatkan peran serta masyarakat, koperasi dan instansi terkait.

Meminimalkan potensi konflik tata batas dengan tanah adat melalui identifikasi, deliniasi dan pemetaaan tanah adat yang dilakukan secara partisipatif.

Strategi Pengelolaan Kemapanan dan Kemandirian perusahaan IUPHHK-HA

Menerapkan pengelolaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul dan produktif, dengan meningkatkan kualitas profesionalime sumberdaya manusia melalui pelatihan/pendidikan yang terkait, penjenjangan dan penghargaan berkarir serta "quality control" yang baik.

Meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktifitas kerja perusahaan dengan menerapkan Standard Operating Procedures (SOP) pada semua jenis kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan hutan, serta melakukan penilaian dan evaluasi berkala terhadap efektifitas, efisiensi dan produktifitas kerja personil perusahaan.

Menerapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang cepat, akurat, dan terukur, dalam kaitannya dengan manajemen perencanaan, manajemen operasional serta monitoring dan evaluasi.

 

 

Komitment Pengelolaan Hutan Lestari Skema FSC® - PT Gema Hutani Lestari

Seluruh Jajaran Manajemen IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari, mulai dari Top Management, Middle Management, Lower Management sampai Operator Pelaksana di lapangan, berkomitmen untuk melaksanakan pengelolaan hutan areal kerja IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari memenuhi Prinsip-Prinsip dan Kriteria-Kriteria Forest Stewardship Council (FSC®).

Kepatuhan terhadap hukum dan prinsip-prinsip FSC®

Pengelolaan hutan harus menghormati seluruh perundangan yang berlaku di Indonesia, dan perjanjian-perjanjian international yang telah ditandatangani oleh Negara Indonesia, dan mematuhi seluruh prinsip-prinsip dan kriteria-kriteria FSC®.

Hak Penggunaan dan Penguasaan/Pemanfaatan Lahan Serta Kewajibannya

Hak penggunaan dan hak pemanfaatan dalam jangka panjang terhadap lahan dan sumberdaya hutan harus secara jelas ditentukan, didokumentasikan dan ditetapkan secara legal.

Hak-Hak Masyarakat Adat

Hak-hak hukum dan hak-hak adat dari masyarakat asli atau adat untuk memiliki, memanfaatkan, dan mengelola lahannya, wilayahnya, dan sumberdayanya harus diakui dan dihormati.

Hubungan Komunitas (dengan masyarakat) dan Hak-Hak Pekerja

Kegiatan-kegiatan pengelolaan hutan harus memelihara dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial dalam jangka panjang dari para pekerja hutan dan masyarakat lokal.

Manfaat/Keuntungan dari Hutan

Aktifitas pengelolaan hutan harus mendorong penggunaan yang efisien atas produk dan jasa dari keragaman hutan untuk menjamin keberlanjutan ekonomi dan cakupan terhadap lingkungan dan manfaat sosial.

Dampak Lingkungan

Pengelolaan hutan harus memelihara keanekaragaman biologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi sumberdaya air, ekosistem-ekosistem yang rawan dan unik, tata ruang, dan dengan sepenuhnya melakukan pemeliharaan fungsi-fungsi ekologi dan intergritas hutan.

Perencanaan Manajemen

Suatu perencanaan manajemen - pada skala dan intensitas kegiatan yang tepat - harus disusun, diimplementasikan dan selalu diperbaharui. Tujuan pengelolaan dalam jangka panjang, dan bagaimana hal tersebut bisa dicapai harus dinyatakan secara jelas.

Pemantauan dan Penilaian

Pemantauan harus dilakukan - pada skala dan intensitas pengelolaan htuan yang tepat - untuk menilai kondisi hutan, hasil hutan, sistem penelusuran kayu, kegiatan-kegiatan manajemen dan dampak-dampak sosial dan lingkungan.

Pemeliharaan Terhadap Hutan Yang Memiliki Nilai Konservasi Tinggi

Kegiatan manajemen di dalam hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi harus memelihara dan meningkatkan atribut-atribut dari hutan tersebut. Penetapan hutan-hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi harus selalu dipertimbangkan dalam konteks pendekatan terhadap pencegahan.

Google Ads 1