sertifikat-website-rev-1.jpg

Sejarah Perusahaan - PT Gema Hutani Lestari

Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT Gema Hutani Lestari, sebelumnya merupakan areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Gema Sanubari yang memperoleh izin HPH berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 48/Kpts/ Um/I/1978 tanggal 25 Januari 1978, seluas ± 305.000 Ha, yang berlaku sampai dengan tanggal 24 Januari 1998. Sebelum berakhirnya ijin HPH tersebut, Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Maluku telah mengeluarkan Rekomendasi Perpanjangan Ijin HPH dengan Surat No. 522.111/REK/82/91 tanggal 30 Oktober 1991. Setelah habisnya masa HPH ini pada tanggal 20 Mei 1998 areal ini dicadangkan kembali oleh Departemen Kehutanan dan Perkebunan kepada PT Gema Sanubari (yang berpatungan dengan BUMN PT Inhutani I), dengan SK No. 67/Menhutbun-IV/1998 seluas 175.390 Ha (tidak termasuk Kawasan Lindung seluas 43.448 Ha). Berdasarkan Studi Kelayakan yang dibuat PT Gema Sanubari dengan dasar Citra Landsat tahun 1997 yang telah disetujui Dirjen Pengusahaan Hutan Produksi pada Bulan Nopember 1998, beberapa kesimpulan dan rekomendasi telah dihasilkan antara lain :

Dari luas 175.390 ha yang dicadangkan, yang dapat dijadikan Kesatuan Pengusahaan Hutan Produksi hanya seluas 159.340 ha, terdiri dari Virgin Forest 69.823 ha, Logged Over Area 92.316 ha dan Non Hutan 19.078 ha.

  • Virgin Forest dan Logged Over Area hanya seluas 23,99 % (atau 38.897 ha) dan topografinya agak curam s/d curam.
  • Berdasarkan data potret udara, potensi pohon inti (diameter 20 s/d 49 cm), potensi semai, potensi pancang dan potensi tiang jumlahnya cukup tersedia (sesuai kriteria hutan produktif dan tidak produktif menurut SK Menteri Kehutanan No. 200 Tahun 1995).
  • Sistem silvikultur yang layak untuk dilaksanakan di areal ini adalah sistem TPTI atau tebang pilih.
  • Di antara beberapa problema lapangan yang perlu dicermati antara lain : faktor ketinggian tempat (yang bekisar antara 100-1.500 m dpl) dan topografi lapangan yang sebagian besar tergolong curam.

Pada tanggal 20 Mei 1998 Menteri Kehutanan dan Perkebunan mengeluarkan Surat No. 671/Menhutbun-IV/1998 tanggal 20 Mei 1998 tentang Pengelolaan Areal Eks HPH PT Gema Sanubari, dan No 672/Menhutbun-IV/1998 tentang Persetujuan Prinsip (Pencadangan) HPH ini kepada PT Inhutani I.  Untuk mewujudkan pelaksanaan HPH selanjutnya, PT Gema Hutani Lestari kemudian didirikan patungan antara PT Gema Sanubari, PT Inhutani I, BUMD PD Panca Karya dan Koperasi. Berdasarkan Akta No. 96 tanggal 23 Maret 1999 dari Notaris Ny. Machrani Moertolo SH, Jakarta Pengesahan dari Menteri Kehakiman diperoleh dengan SK. No. 0-9451.TH.01.01.01.TH.99 tanggal 27 Mei 1999.

Pada tanggal 14 Oktober 1999, perusahaan patungan PT Gema Hutani Lestari mendapat ijin HPH definitif berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan : No.: 951/Kpts-II/1999, seluas ± 148.450 ha selama jangka waktu 55 tahun, di Kelompok Hutan Pulau Buru, Propinsi Dati I Maluku. 

Dalam mengusahakan sumber daya hutan alam di Pulau Buru, PT Gema  Hutani Lestari dibentuk  tanggal 23 Maret 1999 sebagai perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan saham sebagai berikut :

  1. PT Gema Sanubari                            =     65,00 %
  2. PT Inhutani I                                       =     20,00 %
  3. BUMD PD.Panca Karya                     =     10,00 %
  4. Koperasi Serba Usaha Likunspera    =       1,25 %
  5. Koperasi Gema Persada Leisela       =       1,25 %
  6. Koperasi Satria Madang Putra           =       1,25 %
  7. Koperasi Gema Usaha                       =       1,25 %

Dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan, PT Gema Hutani Lestari senantiasa didasarkan pada Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disahkan. Untuk dapat melihat data rencana dan realisasi produksi dari tahun 2000 - 2019 dapat Klik Disini.

Google Ads 1