Sertifikat_FSC_GHL.jpg

Meranti Merah

Meranti Merah (Shorea sp.) merupakan jenis vegetasi utama yaitu mencakup 99% dari komposisi volume rencana tebang kelompok kayu Meranti RKTUPHHK 2020 atau 85,57% dari komposisi volume rencana tebang seluruh jenis kayu RKTUPHHK 2020 Self Approval di PT Gema Hutani Lestari yang terletak di Blok Selatan (Kabupaten Buru Selatan) maupun di Blok Utara (Kabupaten Buru).

Penetapan Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR) Kelompok Kayu Meranti  

Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) adalah pungutan sebagai pengganti nilai intrinsik dari hutan yang dipungut dari hutan negara dan/atau terhadap hasil hutan yang berada pada kawasan hutan yang telah dilepas statusnya menjadi bukan kawasan hutan dan/atau hutan negara yang dicadangkan untuk pembangunan di luar sektor kehutanan. 

Penetapan besarnya PSDH kayu Meranti di PT Gema Hutani Lestari di dasarkan kepada :

  • Harga patokan PSDH sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : P.64/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2017 dimana besarnya PSDH untuk kelompok kayu Meranti yang berasal dari wilayah Kalimantan dan Kepulauan Maluku yaitu Rp.780.000/M3 (Kayu Bulat Sedang) dan Rp.810.000/M3 ( Kayu Bulat Besar).
  • Peraturan Pemerintah No.P12 Tahun 2014 dimana ditetapkan besarnya tarif kelompok kayu Meranti yang berasal dari wilayah Kalimantan dan Kepulauan Maluku adalah sebesar 10%. 

Sedangkan penetapan besarnya Dana Reboisasi kayu Meranti di PT Gema Hutani Lestari didasarkan kepada Peraturan Pemerintah No.P12 Tahun 2014 dimana ditetapkan besarnya DR untuk kelompok kayu Meranti yang berasal dari wilayah Kalimantan dan Kepulauan Maluku yaitu 14 Dollar Amerika (Kayu Bulat Sedang, diameter 30-49 cm) dan 14,5 Dollar Amerika (Kayu Bulat diameter > 49 cm).

Nama Botanis :

Shorea spp, famili Dipterocarpaceae (terutama S. acuminta Dyer, S. johorensis Foxw., S. lepidota BI, S. leprosula Miq., S. macrophylla Ashton, S. macroptera Dyer, S. ovalis BI, S. ovata Dyer, S. pachyphylla Ridl,  S. palembanica Miq., S. parvifolia Dyer, S. pauciflora King, S. pinanga Scheff, S. platycarpa Heim, S. platyclados V.SI., S. quadrinervis V.SI., S. sandakanensis Sym., S. selanica BI., S. smithiana Sym., S. stenoptera Burck, S. teysmanniana Dyer, S. uliginosa Foxw).

Nama Daerah :

Banio, Ketuko, Melebekan, Meranti, Merkuyung, Sirantih, Abang, Awang, Damar, Engkabang, Kakan,  Kenuar, Kontoi, Lampung, Lanan, Lentang, Ponga, Putang, Tengkawang, Kayu Bapa, Sehu.

Nama Di Negara Lain

Red Meranti (United Kingdom, USA), Red seraya (Sabah), Meranti rouge (France), Meranti royo (Spanyol),  Meranti rosso (Italia), Lichtrode meranti (Belanda), Hellrotes meranti (Germany), saya (Thailand), Red lauan (Philipina).

Kegunaan :

Kayu Meranti Merah terutama digunakan untuk veener dan kayu lapis, disamping itu dapat juga digunakan sebagai bahan bangunan perumahan seperti rangka, galar, balok, kaso, pintu, jendela, dinding, lantai dsb.  Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan kayu perkapalan (perahu, kapal kecil dan bagian-bagian kapal), peti pengepak, mebel, peti mati dan alat musik.

Tempat Tumbuh :

Meranti Merah tumbuh dalam hutan hujan tropis dengan Tipe Curah Hujan, A, B dan C.  Jenis ini tumbuh pada tanah latosol, podsolik merah kuning dan podsolik kuning pada ketinggian sampai 1.300 m dpl.  Jenis S. stenoptera, S. pinanga dan S. macrophylla, S. palembanica dan S. quadrinervis tumbuh padadataran  rendah yang tergenang air selama musim hujan dan di tepi sungai pada tanah alluvial.

Buah :

Meranti merah pada umumnya berbuah setelah berumur 6 (enam) tahun kecuali S. pinanga berbuah setelah berumur 13 (tiga belas) tahun dan S. palembanica setelah berumur 18 (delapan belas) tahun.  Kuncup bunga mulai keluar pada bulan Agustus - Oktober dan buah masak bulan Januari - Maret.  Biji yang segar mempunyai daya kecambah 80-90%.  Banyaknya biji per liter untuk S. acuminata sebanyak 560 butir, S. macroptera sebanyak 55 butir, S. parvifolia sebanyak 115 - 360 butir dan S. leprosula sebanyak 730 butir.

Hama dan Penyakit :

Hama utama pada persemaian dan tanaman muda adalah binatang pemakan biji dan pucuk seperti Bajing, Babi Hutan, Semut, Rayap dan Ulat.